Daripada Huzaifah al-Yaman RA daripada Nabi SAW baginda bersabda: “Jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin lainnya lalu mengucapkan salam kepadanya dan mengambil tangannya lalu menjabatnya, maka berguguranlah dosa-dosa mereka seperti gugurnya daun-daun dari pepohon”
Pengajaran
Satu daripada adab yang perlu dilaksanakan apabila bertemu sesama Muslim ialah mengucapkan salam.
Ucapan salam juga tanda kecintaan kepada sesama Muslim. Daripada Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk syurga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Mahukah kalian aku beritahu dengan sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? (iaitu) sebarkanlan (ucapkanlah) salam diantara kalian.” (Sahih Muslim No: 54) Dar Ihya Kutub Arabiyyah. Status: Hadis Sahih
Berjabat tangan adalah ibadah yang disyariatkan ketika bertemu dan berpisah
Berjabat tangan juga menjadi sunnah para sahabat, sebagaimana digambarkan dalam riwayat berikut :
Daripada Qatadah ra, aku berkata kepada Anas bin Malik, “Apakah berjabat tangan selalu dilakukan oleh para Sahabat Rasulullah SAW?” Anas menjawab, “Ya”. (Sahih Bukhari No: 5908) Dar Ihya Kutub Arabiyyah. Status: Hadis Sahih
Ibn Hajar mengatakan, “berjabat tangan adalah melekatkan telapak tangan pada telapak tangan yang lain.” (Fathul Bari, 11/54). Menurut Imam An Nawawi dalam al-Adzkar - ditahan beberapa saat, selama tempoh waktu yang cukup untuk menyampaikan salam.”
Muslim yang berjabat tangan apabila bertemu akan menggugurkan dosa-dosanya seperti dedaun
Cari masa untuk saling kunjung-mengunjung, ambil kesempatan mengucapkan salam dan bersalaman sesama jantina yang dibenarkan syarak.